Bulan Juli tahun ini bisa dibilang bulan nostalgi(L)a…Sengaja aku tambah dengan huruf L yang diiringi dua tanda kurung sebab kata itu nyantol banget di kepalaku. Emang bukan genuine produkku sich…Cuma pas denger pertama kali, aku langsung suka dan sejauh ne, aku belum banyak denger kata nostalgia itu disisipi huruf L sebelum huruf terakhirnya…Jadi aku juga turut berperan dalam upaya penyebarluasan dan pempopuleran istilah itu. He, jadi yang pertama kali ngenalin aku ke istilah itu adalah kakak empat pupuku..Namanya Robitul Umam tapi kalo digaulin jadinya Robert el Umam. Kak Robert ngenalin aku ke kata itu lewat sms yang dia kirimin pas lagi harlah NJ, dia ke NJ dan aku dak bisa ke NJ. Jadi dia ‘ro nerroe’ aku dengan bercerita indahnya masa nostalgiLa dengan sahabat-sahabat lama…
Nostalgia emang bukan hal gila sebab ia adalah ritual yang biasa dilakukan siapapun untuk kembali sejenak membuka berangkas dan laci masa lalu yang sudah beranjak usang dan berdebu. Namun bagi aku pribadi, ritual ini cukup mampu mengingatkanku pada kegilaan-kegilaan masa lalu…Yang dulu aku lakukan dengan penuh kebanggan, namun saat dipiki-piki sekarang, aku jadi malu dan dak habis pikir napa aku harus milih lakuin pekerjaan itu dulu. He. Selain itu, tanpa nostalgia, bukan dak mungkin orang akan sedikit gila sebab rindu pada masa lalu yang sudah membesarkannya….Jadi kesimpulannya, nostalgia itu penting…(Btw, apa ya, definisi pasnya kata ini dan daerah asal kata ini dari mana ya? Keren juga dipiki-piki..AND I GOT THE ANSWER!!! NE ENGLANG…)
Ok, kenapa Juli bisa aku bilang bulan nostalgia? Hm…Aku pulang kampung alias mudik abis smt genap ini…Jadi pas dari tanggal 6 Juli, aku sudah memulai perjalanan nostalgiaku..Dengan tempat-tempat yang dulu selalu aku singgahi, dengan suasana yang sudah lama tak meriuhkan ruang dengarku, dan tentunya dengan orang-orang yang mengisi banyak waktu dan space dalam kesempatan hidupku. Yang pertama aku nostalgia dengan keluarga dan rumahku…Dengan kamarku, dengan sudu-sudut dan langit-langit di dalamnya, dengan romantika yang sebagian aku abadikan di bagian-bagiannya, dengan perabotnya, dan dengan tempelan-tempelan di dinding yang hingga saat ini masih belum ada yang menyopotnya dari tempatnya semula. Aku dak sempat bermalam di rumah pas baru nyampe Madura, sebab abis isya` aku uda terbang ke pondok…
Jadi sebenernya aku uda ngasep karena aku nyangkanya masih bisa ikutan acara haflah putri…Tapi ternyata, malam itulah aku berangkat mudik..Jadi aku baru nyampe rumah Senin siang yang terik waktu itu, istirah bentar, dan..malemnya aku langsung ke pondok…Dan di pondok, aktivitas yang paling banyak aku lakukan adalah OBOB; karena aku masih lelah dan capai, ingin balas dendam setelah semaleman suntuk ndak obob dan ndak berhasil mejamin mata sama sekali…Jadi aku hanya ketemu Che dan Bak Phie, plus beberapa temen laen, benteng pertahananku sudah bobol..Aku males jalan, menikmati suasana haflah yang sangat kurindukan…Aku memilih meringkuk di dalam pondok dan hanya tuker-tuker cerita…Siangnya pun juga begitu…
Meski sama sekali dak maksimal, aku ngerasa kunjungan ke pondok saat itu adalah episode nostalgia yang cukup berarti. Dari temen kelas, aku sempat ketemu Tamsu, Che, dan Olief…Temen-temen laen, khususnya yang sepondok dengan aku sudah pada pulang untuk persiapan KKN. Aku hanya ketemu ma Malhah…Di depan Mushalla sambil cerita bentar. Siang aku dak sempat terlalu berkelana ke mana-mana karena suasana sudah kurang begitu mendukung dan aku pun juga sudah kelelahan…; Ya, menabung kelelahan lebih tepatnya…Sebelum siang menjelang sore aku pulang, aku juga sempat ngomong2 ma Om Wahid…Jadi serasa sudah cukup berarti nostalgiaku episode ini…
Nostalgia berikutnya adalah dengan tetangga rumah yang juga adalah saudara dan familiki. Seperti biasa aku hanya pake ritual salaman, duduk-duduk dan cerita bentar…Abis itu selese..Emang kurang gitu nge-taste sich…Masalahnya aku juga kadang is not connecte gitu dengan mereka. Ya..setidaknya dalam beberapa hal. Dan sebelum aku melanjutkan perjalanan nostalgia pada episode yang berikutnya, aku juga sempat maen ke rumah Bak Iroh, ketemu saudara dan familiku di sana, plus juga masih sempat keliling2 pas pawai obor di madrasah sebelah barat rumahku. Jadi ritual ini dianggap sebagai opening ceremony dari rentetan acara haflatul imtihan yang akan digelar selanjutnya. Pas aku masih MI, dak ada ritual kayak gene. Dak tau sejak kapan, siapa yang memprakarsai, dan lain sebagainya…
Nach…Yang selanjutnya ini adalah episode nostalgia yang paling seru. Kenapa seru? Karena uda dua-tiga tahunan aku dak memijakkan kaki ke pondokku yang satunya lagi..Yakni NURUL JADID. Aku rasanya uda ketinggalan jaman banget ma segala perubahan yang ada di pondokku itu. Penuh perjuangan sich, aku bisa nyampe ke situ…Tapi yang jelas aku bersyukur karena pada kesempatan ini, aku bisa kembali bertemu dengan teman-teman semasa MANJ dulu. Hm…Lagian yang jadi pertimbangan napa aku harus maksa banget untuk berangkat ke NJ adalah karena tahun depan adalah waktu yang seharusnya aku habiskan untuk masa KKN. Jadi kemungkinan aku bisa harlah-an taun depan sangat tipis…Selain karena kesempatan yang biasanya jarang dan sulit banget, aku juga punya planning gitu taon depan..Ya, akademik projek lach…
Dan nyampe di NJ and around, aku pertama kali bertemu dengan El Banna alias Elok Basyirah Muzayyanah, keesokan harinya dengan Nuri Isabela, Chie2z, dan untuk yang selanjutnya aku lupa. Barangkali Some, Iik, ChatOn, Bak Rom, dll dll..Banyak banget, hingga setelah aku berkelana selama beberapa hari, aku bertemu dengan semua anggota wali songo selaen NENEK…Justeru dengan nenek, yang paling sering ngubungin aku…Ya, meski dengan Ricka dan Gogoh aku ketemu dalam suasana dan tempat yang berbeda…Yang bikin valuable juga karena aku bertemu dengan ANICK…
Hmh…Bertemu dengan orang-orang dari masa lalu otomatis juga membawa cerita-cerita baru yang cukup menjadi kejutan. Ilo yang sudah berbadan dua, uyis yang sudah putus sama Ayank dan sedang ‘mabuk’ pada konsep pendidikan, Bak Elok yang kecanduan fb, Nyi Sit yang tambah kuyus, Copie yang tambah imut, Wd dengan aktivitas barunya yang bener-bener keren gile, Bak Chaton yang jadi kepala daerah D, Him yang tambah sakauw dengan tuts-tuts hp, Some yang mulai belajar jadi penguasaha di bibi, dll…Banyak banget perubahannya emang…
Btw otw, pas harlah aku juga ketemu ma seseorang yang uda lama aku kenal namun belum pernah aku temui. Malam itu aku ketemu dia, dalam sebuah episode yang bener-bener full of sang-lengsangan mpe aku pusing dan uda berniat serta membayangkan bahwa tak lama lagi aku akan tumbang…Akhirnya aku malah ngabisin malam mpe pergantian hari ma ne orang…Pertemuan pertama gitu setelah aku cukup lama kenal ma dia..Jadi lumayan banyak hal yang diomongin…Meski aku masih ngerasa ada suspense-suspense gitu..Ya, mungkin dia bukan orang yang secara umur, pengalaman, profesi, dll ga sama dengan aku…But gimanapun, semua orang yang aku temui selalu menawarkan pelajaran masing-masing…
Cerita lain tentang harlah adalah aku yang MUNGKIN bisa dibilang ga kompak karena dak mau diajak ke bazar putra ma temen-temen. Pas gitu temen2 uda nungguin aku…Tapi entah dapet wangsit dari mana, aku males banget untuk berangkat. Terasa ada banyak hal yang melarangku berangkat…Aku ngecewain mereka dech…Sebenernya perang batin juga…Tapi akhirya aku mutusin untuk NOT GO..Yang ada di pikiranku sebenernya sangat amat sederhana…”Ngapain aku ke bazar putra? Bakal ketemu sapa? Bakal beli apa?” Aku juga saat itu LAGI dak suka keramaian dan berepot-repot dengan yang namanya ORANG BUANYAK..Jadi dalam episode ini, aku sebenernya ga enak ma temen2..Tapi emoh lah, aku pikir masih banyak tempat yang lebih representatif dan tentunya lebih AMAN dan NYAMAN…
Bener juga, aku malemnya (sebelum ketemu ma orang yang aku ceritakan tadi) sempat jalan bareng temen-temen…Keliling-keliling, poto2, emam bareng, dan akhirnya kami berpisah sebab masing-masing emang punya tujuan sendere-sendere. Aku sempat nyuri waktu untuk isya` waktu itu. Dak pelak aku didemo..But we fell happy. Kesempatan yang langka banget emang, saat itu..Kapan lagi coba, kami bisa ngumpul rame2 kayak gtow!!! Meski emang disayangkan, ada beberapa personil yang karena beberapa alasan ga bisa ngumpul dan kongkow malem itu…
Sayang aku dak sempat berlama-lama karena temen2 juga uda pada beranjak pulang. Jadi ditimbang aku jadi kayak orang tersesat, aku pulang juga..Ya banyak juga sich, pertimbangan untuk segera pulang…Pas itu aku juga sakit mendadak karena minum aer mentah dua kale, aku mpe berselimut dan meringkuk dak ke mana-mana sehari penuh. Hf..
Epilog tulisan panjang ini…Gimanapun menurut aku, NOSTALGIA atau NOSTALGILA itu penting…Buat aku sendiri, aktivitas ini bisa bikin aku ingat ma banyak hal di masa lalu..Bandingin dengan keadaan aku saat ini. Jadi istilah kasarnya khan uda banyak waktu yang aku lalui, seberapa besar sich, waktu yang bisa dibilang lama itu mampu mempertahankan (dan mengembangkan) hal-hal baik serta meminimalisir hal-hal yang kurang baik? Dulu aku nakal urusan jama`ah dan ngaji Al-Qur`an, apa sekarang masih nakal? Dulu aku istiqamah baca koran dan nulis HAMPIR TIAP ARI, apa sekarang masih? Dan pertanyaan lainnya…Juga yang lebih penting…Ada ga, mimpi yang uda susah payah pernah aku bangun dulu dan uda bener-bener nyata???
Dan satu lagi, nostalgila membuat aku sadar, betapa waktu juga meniscayakan adanya shifting paradigm, sekecil apapun itu,,,pada akhirnya aku pelan2 menertawakan tingkah lakuku dahulu…Ya, suatu simbol kesadaran bahwa apa yang pernah kita lakukan, selain akan dikenang orang lain, juga tidak akan pernah berhenti mengetuk-ngetuk hati kita untuk mengkritisinya…
Kamis, 30 Juli 2009
Coba-coba ng-England
Now is my second year sitting at university level. Next period I will sit at the 3rd level (5th semester). If it is compared with my last school, both my junior and senior high school, I will sit at the third level and the last grade. In that moment, I would face the final examination which determinate whetever I can enroll my study to the higher level or not. But the condition always changes. I won`t face any national final examination at this year, because the procedure between my last school dan the university is quite different.
But challenge is still exist wherever me live. When I was student, national final examination is the biggest challenge I must face. But now, at this moment, at the moment will come, there`s another challenge I must face; i.e preparing my script and doing my SKS of KKN. Two new things for me that I must do to finish my study as best and as quick as possible…Sometime I hear that the spirit of student will be suspected by the virus of lazy at the phase. So I must anticipate that virus as soon as possible, if I don`t want to let the time pass me while I can do nothing. I also aware that my story is still short and there is a long way in front of me which wait and support me to do anythingbest…Yah, but awareness will be nothing without action…Awareness is never enough to make our hope come true…
I still have no idea about the script which I will write. But I know, that I prefer Qur`anic studies rather than Hadith studies. So I got one way…And I must look for the series ways that appropriate with my will and my ability. Today, I still hope that I will have the higher value of my IP (Indeks Prestasi; Achievement Index maybe)..Because the hope and will to get the perfecto is still disturbing me; although I know that I will face no easy process to get it. But once more, the emotional question that appear in my mind when I think this is…’ANYONE CAN REACH THAT, WHY I DON`T???’
I also know that after finishing my study at the 1st strata, it will difficult for me to enroll study at the higher level, because I have limitation at the cost. So, the only one way I can take is looking for the scholarship from the institution which facilitate student of 2nd strata. And the problem is, I still have no qualification on this…I still have nothing…My supply is still empty. I must start filling it…
So I know and aware, I have many-many homeworks I must finish as quick as possible. Bismillah…Bless me, God…
But challenge is still exist wherever me live. When I was student, national final examination is the biggest challenge I must face. But now, at this moment, at the moment will come, there`s another challenge I must face; i.e preparing my script and doing my SKS of KKN. Two new things for me that I must do to finish my study as best and as quick as possible…Sometime I hear that the spirit of student will be suspected by the virus of lazy at the phase. So I must anticipate that virus as soon as possible, if I don`t want to let the time pass me while I can do nothing. I also aware that my story is still short and there is a long way in front of me which wait and support me to do anythingbest…Yah, but awareness will be nothing without action…Awareness is never enough to make our hope come true…
I still have no idea about the script which I will write. But I know, that I prefer Qur`anic studies rather than Hadith studies. So I got one way…And I must look for the series ways that appropriate with my will and my ability. Today, I still hope that I will have the higher value of my IP (Indeks Prestasi; Achievement Index maybe)..Because the hope and will to get the perfecto is still disturbing me; although I know that I will face no easy process to get it. But once more, the emotional question that appear in my mind when I think this is…’ANYONE CAN REACH THAT, WHY I DON`T???’
I also know that after finishing my study at the 1st strata, it will difficult for me to enroll study at the higher level, because I have limitation at the cost. So, the only one way I can take is looking for the scholarship from the institution which facilitate student of 2nd strata. And the problem is, I still have no qualification on this…I still have nothing…My supply is still empty. I must start filling it…
So I know and aware, I have many-many homeworks I must finish as quick as possible. Bismillah…Bless me, God…
Hmhm...
adventure of me..
Jumat, 24 Juli 2009
Anything I wanna share….
Saat menulis ini, aku tengah menunggu vonis sesuatu…Sesuatu yang menggelisahkanku semalaman hingga aku nyaris tidak bisa tidur selelap biasanya…Salahku sendiri tadi nekat matiin hp karena aku kesannya terlalu marah ma keadaan…Aku tidur, tumbang kelelahan, dan baru mau bangun setelah ada orang yang memaksaku terjaga…Aku bangun segera tersenyum dan terkejut mendapati jam berapa saat itu setelah beberapa saat aku ngidupin hp…Ada beberapa sms yang masuk…Termasuk dari dia yang kebingungan mendapatiku hpku tak aktif; aktvitas yang jarang sekali kulakukan kalau bukan karena alasan teknis..
Menunggu vonis itu memang cukup bikin aku…kepikiran banyak hal..Kepikran konsekuensi dan series yang harus aku lakukan setelah vonis itu datang..Namun lagi-lagi, aku bingung apakah usahaku ini sudah bener- bener berupa azam dan sudah maksimal atau jangan-jangan…Aku belum nyampe ke taraf itu..Ga tau ah… Sembari menunggu, aku akan coba nulis beberapa hal yang bisa aku pelajari dari beberapa hari aku di sini..
1. Bahwa dunia kerja adalah dunia yang hard dan cukup melelahkan. Aku bayangin kalo aku jadi wd…Ngantor jam lapan dan baru balek ke rumah jam lapan juga…Nyaris dak ada jam santai…Makan siang pun tetep behind the desk…Palagi untuk tidur siang…Membosankan banget buat aku yang terbiasa leha-leha dan nyantai ngejalani idup…Suatu kali aku pernah nanya dengan begitu polosnya ma wd…’Kamu dak capek ya?’, dan dia hanya nanggapi dengan biasa dan apa adanya dia….(Pertanyaannya buat aku…Besok, kira2 aku ngapain dan cari nafkah di mana ya??? Apakah aku harus banting setir dari keadaan dan pengalaman yang aku miliki hingga saat ini dan menjalani kehidupan yang serba baru ataukah…..tetep seperti ini? Bergelut dengan laptop, internet, kamus, dan kebosanan??? Yang jelas, aku harus berazam untuk bisa jadi ORANG KAYA..; Impian terbaruku yang bisa dibilang cukup ngawur…)
2. Aku jadi mikir…Bukan main-main tu, pepatah bilang ala biasa karena biasa…Banyak hal yang berubah dalam diri wd…Wd yang aku kenal dulu adalah dia yang pendiam dan gak ngomong jika ndak penting2 amat. Dan sekarang, dia dipaksa keadaan untuk ‘cerewet’ agar bisa survive dalam profesi yang tengah dijalaninya…Yang dak kalah menakjubkan, wd kemudian menjadi orang yang ahli kalkulator dan lihai banget maen2in jarinya di atas tuts kalkulator. Serasa uda lama banget dia menggeluti dunia kerja kayak gini…Besok aku gimana ya? Aku harus membiasakan diri dengan apa ya? Dengan hal yang sama sekali baru ataukah dengan hal lama yang sudah aku tinggalkan? Beberapa saat sebelum menulis ini, aku kembali menekuri file-file usang berdebu di lemari masa lalu dan baru mengingat bahwa ada banyak hal yang telah terlewati namun belum bisa aku kuasai sepenuhnya…Whatever challenge I face, aku harus maksimalin tenaga dan segenap perasaanku….
3. Dalam perjalanan ke toko wd tadi, aku berangkat bareng dengan karyawan toko wd…Cewe yang kayaknya masih lebih muda dibanding aku…Parasnya lumayan dan orangnya pun supel..Kami mulai perbincangan sejak dari rumah wd hingga jalan yang kami lewati tak terasa panjang dan melelahkan…Ada satu pertanyaan yang kemudian ia ajukan padaku…Dan tetap mengganguku hingga kini..Awalnya dia nanya, aku kuliah di mana dan ngambi jurusan apa…Setelah aku jawab, dia nanya lagi kalo uda lulus, aku kerja apa. Aku selalu bingung paz ditanyain itu, aku bilang aja…Kerjaan lulusan jurusanku gak jelas…Haha…Sadis banget aku..Abis aku inginnya ngasih jawaban simpel dan undesrtoodable. Dari percakapan singkat itu, aku kembali mikir dan mengembalikannya pada diriku…”Besok aku kerja apa ya?” Yang jelas aku dak mau hanya jadi bendahara keluarga yang tauny cuma bisa konsumtif, gak produktif…Lha umi aja (yang baru lulus paket C) juga empowered, masa aku kalah ma umi? Hehehe…
Ngomongin kerja dan survive alive financially emang cukup bikin aku merinding..Bagaimana tidak, di Yogya khususnya, aku paling sensitif ma masalah kayak ginian. Selain keadaan ekonomi pribadi yang membangkitkan sensitifitas itu, hampir tiap detik aku lalui dengan interaksi langsung maupun tidak dengan mereka yang mencari nafkah dengan cara yang berbeda…Tak heran kemudian, pertanyaan yang paling sering muncul di benakku adalah…”Dia berapa ya, keuntungannya perhari? Dia digaji berapa ya, tiap bulan? Dengan pengorbanan dan perjuangan segitu, dia dapet apa? Cukupkah untuk menghidupi anak isterinya?”
4. Semalem ayah wd sempat ngomong2 ma aku di ruang keluarga paz keluarga wd lagi pada ngobrol dan ngumpul..Jarene. “Ita, jangan terkejut ya..Keluarga ini emang kelurga yang workingsentria. Jadi semuanya harus menjadi rutinitas yang nggak boleh dilalaikan. Saya ngomong kayak gene biar kamu dak terkejut dengan keadaan kami di sini”…Aku hanya menimpali sekadarnya dan membenarkan ucapannya..Hidup memang penuh kejutan…Dan kita, mau dak mau harus menghadapi semua kejutan itu..Siap ato gak siap..Keadaan dan tuntutan sama-sama mengharuskan manusia untuk menghadapi dan menaklukkan semua tantangan dan kejutan yang ada di depan matanya…And then, what`s next? How about me? Uda siapkah aku menerima semua kejutan-kejutan yang akan dikirimkan Tuhan untukku??? (Ne pertanyaan besar loch…)
5. Menemani wd selama dua hari ini, selain memberikan aku banyak pelajaran tentang hidup, juga banyak ngasih aku pengetahuan-pengetahun terbaru tentang teknik profesi yang ia geluti…Tentang emas muda dan emas tua, tentang karat yang ada dalam emas, tentang distribusi perhiasan mewah ini, tentang angka 42 dan 80, tentang persaingan, dan banyak hal dech…Andai dak berada di sini, aku pasti oon banget kalo masalah kayak ginian. He…Makanya, seperti biasa, pas dapet hal-hal baru, aku akan sok kritis dengan nanya apa aja yang muncul dalam benak aku…Wd mpe kadang terkesan kewalahan melihat sikapku yang kesannya cukup….Lebay. Hehehe…
Pertanyaan kecil sich, tapi aku emang bener-bener dak teu…Misalnya kayak gene…”Wd…Kenapa sich, toko emas itu harus dikelilingi oleh kaca di semua sisi? Ini koq laci lemarinya banyak banget sich? Padahal yag keisi khan cuma yang sebelah sini…” Wiz aku pokoknya kayak wartawan amatir yang ga lulus audisi…He. Oya, dan satu hal lagi, ternyata ada sebuah sinergi yang cukup unik di sini…Yakni antara si boz toko emas dan tukang parkir yang mangkal di depan toko ini..Aku dak teu dan hingga hari ini aku masih pendasaran, berapa persen uang dari biaya parkir konsumen yang masuk ke kantong petugas parkir…
Kata wd, tiap ada ‘potential buyer’ lewat, petugas parkir akan mengarahkan dia ke toko wd untuk membeli emas dengan kata-kata persuasif yang uda mereka hafal di luar kepala..Dan karenanya kemudian menjadi sangat fasih…Nach jika berhasil menggereng pembeli dan pembeli tadi deal beli di toko wd, wd akan berbagi keuntungan 500 untuk tiap gram yang dibeli sama si potential buyer..Keren khan? Makanya aku sering ngeliat tukang becak di Malioboro setengah maksa pengunjung untuk ngunjungi stand dagadu yang katanya lagi diskon…Aku sich bingung waktu itu, lha itu khan tukang becak, kenapa rekom ke dagadu ya? Dikasih reward apa??? He…Ternyata walaupun ga dapet jawabannya pazti dan eXact, seenggaknya aku tau mekanismenya yang barangkali serupa tapi dak sama. Emang dak ada salahnya kita terus menerus ngumpulin tanya…Karena saat kita uda tau jawabnya, kita akan tau bahwa numpuk pertanyaan itu is a valuable thing…Apa jadinya dunia jika manusia berhenti berfilsafat? Jika manusia uda emoh mempertanyakan fenomena yang ditemuinya????????????? (Ini mungkin uda epilognya ya….)
Menunggu vonis itu memang cukup bikin aku…kepikiran banyak hal..Kepikran konsekuensi dan series yang harus aku lakukan setelah vonis itu datang..Namun lagi-lagi, aku bingung apakah usahaku ini sudah bener- bener berupa azam dan sudah maksimal atau jangan-jangan…Aku belum nyampe ke taraf itu..Ga tau ah… Sembari menunggu, aku akan coba nulis beberapa hal yang bisa aku pelajari dari beberapa hari aku di sini..
1. Bahwa dunia kerja adalah dunia yang hard dan cukup melelahkan. Aku bayangin kalo aku jadi wd…Ngantor jam lapan dan baru balek ke rumah jam lapan juga…Nyaris dak ada jam santai…Makan siang pun tetep behind the desk…Palagi untuk tidur siang…Membosankan banget buat aku yang terbiasa leha-leha dan nyantai ngejalani idup…Suatu kali aku pernah nanya dengan begitu polosnya ma wd…’Kamu dak capek ya?’, dan dia hanya nanggapi dengan biasa dan apa adanya dia….(Pertanyaannya buat aku…Besok, kira2 aku ngapain dan cari nafkah di mana ya??? Apakah aku harus banting setir dari keadaan dan pengalaman yang aku miliki hingga saat ini dan menjalani kehidupan yang serba baru ataukah…..tetep seperti ini? Bergelut dengan laptop, internet, kamus, dan kebosanan??? Yang jelas, aku harus berazam untuk bisa jadi ORANG KAYA..; Impian terbaruku yang bisa dibilang cukup ngawur…)
2. Aku jadi mikir…Bukan main-main tu, pepatah bilang ala biasa karena biasa…Banyak hal yang berubah dalam diri wd…Wd yang aku kenal dulu adalah dia yang pendiam dan gak ngomong jika ndak penting2 amat. Dan sekarang, dia dipaksa keadaan untuk ‘cerewet’ agar bisa survive dalam profesi yang tengah dijalaninya…Yang dak kalah menakjubkan, wd kemudian menjadi orang yang ahli kalkulator dan lihai banget maen2in jarinya di atas tuts kalkulator. Serasa uda lama banget dia menggeluti dunia kerja kayak gini…Besok aku gimana ya? Aku harus membiasakan diri dengan apa ya? Dengan hal yang sama sekali baru ataukah dengan hal lama yang sudah aku tinggalkan? Beberapa saat sebelum menulis ini, aku kembali menekuri file-file usang berdebu di lemari masa lalu dan baru mengingat bahwa ada banyak hal yang telah terlewati namun belum bisa aku kuasai sepenuhnya…Whatever challenge I face, aku harus maksimalin tenaga dan segenap perasaanku….
3. Dalam perjalanan ke toko wd tadi, aku berangkat bareng dengan karyawan toko wd…Cewe yang kayaknya masih lebih muda dibanding aku…Parasnya lumayan dan orangnya pun supel..Kami mulai perbincangan sejak dari rumah wd hingga jalan yang kami lewati tak terasa panjang dan melelahkan…Ada satu pertanyaan yang kemudian ia ajukan padaku…Dan tetap mengganguku hingga kini..Awalnya dia nanya, aku kuliah di mana dan ngambi jurusan apa…Setelah aku jawab, dia nanya lagi kalo uda lulus, aku kerja apa. Aku selalu bingung paz ditanyain itu, aku bilang aja…Kerjaan lulusan jurusanku gak jelas…Haha…Sadis banget aku..Abis aku inginnya ngasih jawaban simpel dan undesrtoodable. Dari percakapan singkat itu, aku kembali mikir dan mengembalikannya pada diriku…”Besok aku kerja apa ya?” Yang jelas aku dak mau hanya jadi bendahara keluarga yang tauny cuma bisa konsumtif, gak produktif…Lha umi aja (yang baru lulus paket C) juga empowered, masa aku kalah ma umi? Hehehe…
Ngomongin kerja dan survive alive financially emang cukup bikin aku merinding..Bagaimana tidak, di Yogya khususnya, aku paling sensitif ma masalah kayak ginian. Selain keadaan ekonomi pribadi yang membangkitkan sensitifitas itu, hampir tiap detik aku lalui dengan interaksi langsung maupun tidak dengan mereka yang mencari nafkah dengan cara yang berbeda…Tak heran kemudian, pertanyaan yang paling sering muncul di benakku adalah…”Dia berapa ya, keuntungannya perhari? Dia digaji berapa ya, tiap bulan? Dengan pengorbanan dan perjuangan segitu, dia dapet apa? Cukupkah untuk menghidupi anak isterinya?”
4. Semalem ayah wd sempat ngomong2 ma aku di ruang keluarga paz keluarga wd lagi pada ngobrol dan ngumpul..Jarene. “Ita, jangan terkejut ya..Keluarga ini emang kelurga yang workingsentria. Jadi semuanya harus menjadi rutinitas yang nggak boleh dilalaikan. Saya ngomong kayak gene biar kamu dak terkejut dengan keadaan kami di sini”…Aku hanya menimpali sekadarnya dan membenarkan ucapannya..Hidup memang penuh kejutan…Dan kita, mau dak mau harus menghadapi semua kejutan itu..Siap ato gak siap..Keadaan dan tuntutan sama-sama mengharuskan manusia untuk menghadapi dan menaklukkan semua tantangan dan kejutan yang ada di depan matanya…And then, what`s next? How about me? Uda siapkah aku menerima semua kejutan-kejutan yang akan dikirimkan Tuhan untukku??? (Ne pertanyaan besar loch…)
5. Menemani wd selama dua hari ini, selain memberikan aku banyak pelajaran tentang hidup, juga banyak ngasih aku pengetahuan-pengetahun terbaru tentang teknik profesi yang ia geluti…Tentang emas muda dan emas tua, tentang karat yang ada dalam emas, tentang distribusi perhiasan mewah ini, tentang angka 42 dan 80, tentang persaingan, dan banyak hal dech…Andai dak berada di sini, aku pasti oon banget kalo masalah kayak ginian. He…Makanya, seperti biasa, pas dapet hal-hal baru, aku akan sok kritis dengan nanya apa aja yang muncul dalam benak aku…Wd mpe kadang terkesan kewalahan melihat sikapku yang kesannya cukup….Lebay. Hehehe…
Pertanyaan kecil sich, tapi aku emang bener-bener dak teu…Misalnya kayak gene…”Wd…Kenapa sich, toko emas itu harus dikelilingi oleh kaca di semua sisi? Ini koq laci lemarinya banyak banget sich? Padahal yag keisi khan cuma yang sebelah sini…” Wiz aku pokoknya kayak wartawan amatir yang ga lulus audisi…He. Oya, dan satu hal lagi, ternyata ada sebuah sinergi yang cukup unik di sini…Yakni antara si boz toko emas dan tukang parkir yang mangkal di depan toko ini..Aku dak teu dan hingga hari ini aku masih pendasaran, berapa persen uang dari biaya parkir konsumen yang masuk ke kantong petugas parkir…
Kata wd, tiap ada ‘potential buyer’ lewat, petugas parkir akan mengarahkan dia ke toko wd untuk membeli emas dengan kata-kata persuasif yang uda mereka hafal di luar kepala..Dan karenanya kemudian menjadi sangat fasih…Nach jika berhasil menggereng pembeli dan pembeli tadi deal beli di toko wd, wd akan berbagi keuntungan 500 untuk tiap gram yang dibeli sama si potential buyer..Keren khan? Makanya aku sering ngeliat tukang becak di Malioboro setengah maksa pengunjung untuk ngunjungi stand dagadu yang katanya lagi diskon…Aku sich bingung waktu itu, lha itu khan tukang becak, kenapa rekom ke dagadu ya? Dikasih reward apa??? He…Ternyata walaupun ga dapet jawabannya pazti dan eXact, seenggaknya aku tau mekanismenya yang barangkali serupa tapi dak sama. Emang dak ada salahnya kita terus menerus ngumpulin tanya…Karena saat kita uda tau jawabnya, kita akan tau bahwa numpuk pertanyaan itu is a valuable thing…Apa jadinya dunia jika manusia berhenti berfilsafat? Jika manusia uda emoh mempertanyakan fenomena yang ditemuinya????????????? (Ini mungkin uda epilognya ya….)
Hmhm...
adventure of me..
